Medikacare

5 Dampak Buruk Minuman Boba Jika Dikonsumsi Terlalu Sering

5 Dampak Buruk Minuman Boba Jika Dikonsumsi Terlalu Sering

5 Dampak Buruk Minuman Boba Jika Dikonsumsi Terlalu Sering

Boba atau bubble tea sudah jadi minuman favorit banyak anak muda. Rasanya manis, teksturnya unik, dan pilihan variannya seakan tak ada habisnya. Tapi di balik kenikmatannya, segelas boba menyimpan kandungan gula dan kalori yang cukup tinggi. Jika terlalu sering dikonsumsi, minuman ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, penting untuk memahami apa saja kandungan dalam boba sebelum menjadikannya minuman harian.

1. Risiko Obesitas dan Penumpukan Lemak Tubuh

Penyebab utama bahaya boba terletak pada kandungan kalorinya yang sangat tinggi namun rendah serat dan protein. Satu gelas boba berukuran sedang rata-rata mengandung sekitar 300 hingga 500 kalori, yang sebagian besar berasal dari gula dan karbohidrat olahan. Bola tapioka itu sendiri merupakan sumber karbohidrat padat yang direbus dengan sirup gula, sehingga menyumbang lonjakan kalori instan. Jika dikonsumsi terlalu sering tanpa dibarengi dengan aktivitas fisik yang memadai, kelebihan kalori ini akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak, yang pada akhirnya memicu obesitas atau kelebihan berat badan yang signifikan.

2. Lonjakan Kadar Gula Darah dan Risiko Diabetes Tipe 2

Kandungan gula dalam segelas boba seringkali melampaui batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia. Penambahan kental manis, sirup perasa, dan gula cair menciptakan bom glukosa yang menyebabkan lonjakan insulin secara mendadak. Jika kebiasaan ini berlanjut dalam jangka panjang, tubuh dapat mengalami resistensi insulin, di mana sel-sel tubuh tidak lagi merespons hormon insulin dengan baik untuk mengolah gula menjadi energi. Kondisi inilah yang menjadi pintu masuk utama bagi penyakit diabetes melitus tipe 2, sebuah penyakit kronis yang memerlukan penanganan medis seumur hidup.

3. Gangguan Sistem Pencernaan dan Sembelit

Tekstur kenyal pada boba berasal dari tepung tapioka yang bersifat lengket dan sulit dicerna oleh sistem pencernaan manusia jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Beberapa produsen bahkan menambahkan zat aditif tertentu untuk meningkatkan kekenyalan teksturnya. Mengonsumsi boba terlalu sering, terutama jika tidak dikunyah dengan sempurna, dapat membebani kerja lambung dan usus. Hal ini sering menyebabkan perut kembung, nyeri abdomen, hingga sembelit kronis karena serat yang ada pada minuman ini hampir tidak ada, sehingga pergerakan sisa makanan di usus menjadi terhambat.

4. Ancaman Penyakit Jantung dan Kolesterol Tinggi

5 Dampak Buruk Minuman Boba Jika Dikonsumsi Terlalu Sering - medikacare

Bahaya boba tidak hanya datang dari gula, tetapi juga dari penggunaan krimer non-susu yang sering mengandung lemak trans atau lemak jenuh tinggi. Lemak jenis ini dikenal sebagai pemicu utama meningkatnya kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah sekaligus menurunkan kolesterol baik (HDL). Penumpukan kolesterol ini dapat menyebabkan plak pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis), yang meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, serangan jantung, hingga stroke di usia muda. Gaya hidup tinggi gula dan lemak dari boba merupakan kombinasi berbahaya bagi kesehatan kardiovaskular.

5. Kerusakan Gigi dan Masalah Mulut

Kandungan gula yang tinggi dikombinasikan dengan sifat minuman yang seringkali asam merupakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri di mulut untuk berkembang biak. Gula yang menempel pada sela-sela gigi dari bola tapioka yang kenyal dapat merusak lapisan email gigi dengan cepat. Jika kebersihan mulut tidak terjaga setelah mengonsumsi boba, risiko gigi berlubang (karies), pembentukan karang gigi, dan infeksi gusi akan meningkat drastis. Masalah ini mungkin terlihat sepele, namun kerusakan gigi yang parah dapat memengaruhi kenyamanan makan dan estetika wajah secara keseluruhan.

Artikel Lain

Manfaat eksfoliasi - Medikacare
Manfaat eksfoliasi - Medikacare
Mitos dan fakta penggunaan skincare - Medikacare
Mitos dan fakta penggunaan skincare - Medikacare
Ciri-ciri skincare tidak cocok dengan kulit kita - Medikacare
Ciri-ciri skincare tidak cocok dengan kulit kita - Medikacare
Bolehkah ibu hamil menggunakan skincare dengan kandungan BHA - Medikacare
Bolehkah ibu hamil menggunakan skincare dengan kandungan BHA - Medikacare
No comments yet. Be the first to comment!

Format: JPG, PNG, GIF. Maksimal 2MB